Ciri Mukmin Yang beruntung di Akhirat

Perhatikan Arti surat Al Mu'minun ayat 1-11 berikut 
  1. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman
  2. (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya,
  3. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,
  4. dan orang yang menunaikan zakat,
  5. dan orang yang memelihara kemaluannya,
  6. kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
  7. Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
  8. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,
  9. serta orang yang memelihara shalatnya.
  10. Mereka itulah orang yang akan mewarisi,
  11. (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.


Ciri Mukmin yang Rugi Di akhirat
Lalai dalam hal ini termasuk sholat di akhir waktu atau sholat diluar waktu (misal subuh sering kesiangan)

Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya. 
(QS. al-Ma’un: 4 -5).

Ada hal yang mengejutkan ketika saya mencari jadwal sholat di google. Alih alih menampilkan link website yang berisi jadwal sholat, Google sekarang langsung menampilkan Snippet jadwal sholat di kota kita saat ini (berdasarkan Deteksi lokasi otomatis oleh Browser).  

Yang menarik dari jadwal sholat ini juga di sertakan sumbernya. Dalam hal ini jadwal sholat yang tampil berdasarkan perhitungan Kemenag Jakarta pusat. Ada beberapa methode penetapan jadwal yang didukung Google namun bagi kita yang di Indonesia data ini sudah sangat mencukupi dan  insyaallah sudah sesuai dengan jadwal sholat yang sering ditempel di masjid masjid.

Contoh Hasil Pencarian Jadwal Sholat 

Snippet hasil pencarian jadwal sholat di Google 

Variasi kata pencarian 

Untuk melakukan pencarian jadwal sholat, gunakan variasi kata berikut :

  • jadwal sholat
  • jadwal sholat namakota   (ganti 'namakota' dengan nama kota anda)
  • prayer time 
  • islamic prayer time 
  • prayer time namakota  (ganti 'namakota' dengan nama kota anda)
Alhamdulillah akhirnya Google menambahkan fitur pencarian jadwal sholat yang sudah saya tunggu sejak lama. Menariknya jadwal sholat ini bukan cuma untuk kota kota besar di indonesia, namun sampai level kabupaten dan kecamatan

Sebagai contoh saya melakukan pencarian untuk kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Berikut ini hasilnya 

Contoh pencarian jadwal sholat dengan kata kunci  jadwal sholat  'namakecamatan'
Google bukan hanya menambahkan fitur jadwal sholat untuk kota di Indonesia, namun untuk seluruh kota didunia terutama Negara dengan mayoritas Agama islam. Anda bisa melakukan pencarian misalkan "jadwal sholat  namakotaluarnegeri. Semoga Adanya fitur ini membuat kita makin rajin sholat dan termasuk orang orang yang terjaga sholatnya dimanapun kita berada. 


Mencari Jadwal Sholat di Google



Agama Islam  adalah Agama yang sempurna, Allah telah menetapkan dua hari raya dalam agama ini yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha . 

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ « قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ

“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. An Nasai no. 1556 dan Ahmad 3: 178)

Oleh karena itu, bentuk rasa syukur kita dengan adanya dua hari raya ini harus kita rayakan dengan tetap berada dalam koridor syariat islam tanpa berlebihan apalagi merayakan dengan gaya orang non muslim atau malah dengan perayaan dengan melakukan kemaksiatan dan perbuatan sia sia.

Ucapan Selamat Hari raya 
Mengucapkan Ucapan Hari raya yang mengandung doa seperti Taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah menerima amal kami dan kalian) atau ahaalAllahu ‘alaika (Mudah-mudahan Allah memberi balasan kebaikan kepadamu).

Sunah yang bisa kita amalkan
  1. Mandi sebelum sholat Ied. 
  2. Berhias dengan pakaian syari yang paling bagus untuk sholat Ied.
  3. Makan sebelum sholat Ied walaupun dengan makan sebutir kurma. 
  4. Mengambil Jalan yang berbeda saat pergi dan berangkat ke tempat sholat Ied.
  5. Bertakbir dari Rumah menuju tempat sholat Ied. 
  6. Ikut Sholat Ied dengan benar sesuai contoh dari Rosullah, silahkan baca disini.
Termasuk perkara yang baik adalah memberikan kebahagian kepada orang lain dan anak anak semisal memberi uang. Namun demikian jangan ajari anak-anak kita meminta minta uang kepada saudara kita. Ajarkan jika diberi ucapkan  jazakallahu khairan (ssemoga Allah membalasmu dengan kebaikan ) dan jika tidak diberi JANGAN DIAJARI MEMINTA MINTA.

Ajari anak anak kita untuk mengganti kata terimakasih dengan kata “jazakallahu khairan". Karena aturan dalam bahasa arab membedakan laki-laki dan perempuan serta lawan bicara tunggal atau jamak, Rincian penggunaan ucapan ini adalah sebagai berikut:

- Jazakallahu khairan (untuk disampaikan kepada laki-laki)
- Jazakillahu khairan (untuk disampaiakn kepada perempuan)
- Jazakumullahu khairan (untuk orang banyak/kamu sekalian) 

Perbuatan yang harus dihindari

Berikut perbuatan di perayaan hari raya Idulfitri yang tidak sesuai Islam yang wajib bagi kita untuk menghindarinya dan menasehati keluarga kita untuk menghindarinya.
  1. Berjabat tangan dengan  wanita yang bukan Mahram. 
  2. Wanita muslimah yang berdandan berlebihan (tabarruj) dan memakai pakaian ketat dan menampakan lekuk tubuh (pakaian Jeans, kaos dan pakaian ala barat)
  3. Bergadang di malam Idul Fitri tanpa ada keperluan 
  4. Boros dan berfoya foya di hari Raya 
  5. Mengkhususkan Ziarah kubur hanya pada saat idul fitri. Ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu hari raya Idul Fitri. 
  6. Mendengarkan Musik dan lagu yang tidak bermanfaat.
  7. Meninggalkan Sholat Wajib 5 waktu.
  8. Makan berlebihan di hari raya.
Semoga artikel singkat ini bermanfaat amalan sunnah bisa kita amalkan dan kita bisa menghindari perkara yang tidak syari di hari raya idul fitri. 

Referensi: 

Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Fitri



Maulid Nabi adalah sebuah kebiasan yang dianggap "ibadah" oleh sebagian kaum muslimin di Indonesia. Sayangnya tidak ada dasar dari Al Quran dan Hadist tentang perkara ini. Bahkan para sahabat dan 3 generasi pertama umat ini tidak pernah merayakan Maulid. 

Bukan hanya itu, Bahkan Imam yang 4 ( Imam Syafii, Imam Malik, Imam Ahmad) tidak pernah merayakannya. Terus dari mana kaum muslimin mengambil ajaran ini? 

Ajaran ini bermula dari Dinasti Syiah Fatimiah pada abad 4 Hijriah di Mesir yang mengaku keturunan Fatimah. Kelompok ini termasuk kelompok Syiah Al batiniah al Ismailiah yang mengkafirkan para sahabat nabi.  Silahkan baca karya Imam Al Maqrizi dalam kitab Mawaiz wa al-'i'tibar bi dhikr al-khitat wa al-'athar jilid 1 halaman 490.

Dalam Islam perayaan cuma ada dua yaitu Perayaan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dalilnya adalah sbb: 

تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ

“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. An Nasai no. 1556 dan Ahmad 3: 178, sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

Dalam Almaidah Ayat 3 Sudah dijelaskan bahwa Agama islam ini telah sempurna 

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al Maidah: 3)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).

Kita pahami ayat dan hadist diatas secara mendalam. Apakah mungkin Rosulullah tidak menyampaikan perkara Maulid ini jika itu baik? Jika itu baik kenapa para sahabat tidak pernah merayakannya bahkan Imam yang empat termasuk Imam Syafii tidak mengamalkan perkara ini? Kita punya akal, untuk bisnis saja kita butuh data, masa mau mengamalkan agama yang penting " menurut perasaan kita " baik? 

Hadist lain menyatakan bahwa segala kebaikan yang mengantarkan kesurga sudah dijelaskan dan segala hal yang mengantar ke neraka sudah di jelaskan.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مابقي شيء يقرب منْ الْجَنَّة ويباعد منْ النَّار إلا وقد بين لكم

“Tidak tersisa suatu (amalan) pun yang dapat mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka, kecuali sudah dijelaskan semuanya kepada kalian.” (HR. Thobroni dalam Al Mu’jamul Kabir 1647, dishohihkan oleh Syaikh Ali Hasan Al Halabi dalam Ilmu Ushulil Bida’ hal. 19)

Jika di perhatikan lebih jauh, melakukan perayaan Maulid, hari lahir, Harlah, Haul dan sebagainya tidak pernah di contohkan oleh Rosulullah dan didak ada perintahnya. Ajaran tersebut itu berasal dari Orang orang nasrani. 

Perhatikan hadist rosullah berikut :

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

Bukankah Perayaan hari lahir /Harlah/ Haul/ Mauild lebih mirip mengikuti orang Nasrani daripada mengikuti ajaran Islam? 

Tapi ada Ustad yang membolehkan?

Jika ada yang beralasan, tapi ada ustad yang membolehkan? ingat yang kita ikuti adalah Alquran dan Hadist, bukan ucapan ustad. Setiap orang bisa diambil ucapannya dan ditinggalkan ucapannya kecuali rosullah. Ustad juga manusia yang tidak lepas dari salah. Setiap ucapan ustad harus di rujuk kembali ke alquran dan sunnah. 

Tapi perayaan ini baik, dan kami cinta nabi dan cinta islam? 
Nabi tidak pernah menyuruh mencintai dengan cara seperti itu. Anda ingin tahu cara mencintai islam dan cinta nabi 

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian“. (QS. Alu Imron: 31).

Setelah penjelasan diatas, perhatikan bahwa perkara sesuatu itu baik tidak diukur dengan akal dan perasaan manusia, namun dengan dasar hukum Agama yaitu alquran dan hadist dengan pemahaman yang benar. 

Hadist berikut ini sudah cukup untuk bagi kita untuk meninggalkan perkara baru yang tidak pernah diajarkan rosulullah 

مَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867)

Penjelasan Mendetail Tentang Perayaan Maulid oleh ustad Dahrul Falihin Lc.

Penjelasan lebih rinci dan detail tentang hal ini bisa anda dengarkan dalam kajian yang dibawakan oleh Ustadz Dahrul Falihin, Lc. Kajian ini cuma 42 menit, dengarkanlah dan semoga kita semua terbuka untuk menerima kebenaran, mencukupkan pengamalan agama sesuai dengan apa yang di ajarkan nabi dan para sahabatnya dan para ulama yang berada di jalan yang lurus. Amin




Referensi lain : 
  1. Hukum Merayakan Maulid Nabi, https://muslim.or.id/34595-hukum-merayakan-maulid-nabi.html
  2. Peringatan Maulid Nabi menurut Syariat Islam https://almanhaj.or.id/2586-peringatan-maulid-nabi-menurut-syariat-islam.html
  3. Maulid Nabi Mneurut 4 Madzab, https://konsultasisyariah.com/26137-perayaan-maulid-menurut-ulama-madzhab.html
  4. Ulama Ahlusunnah menyikapi perayaan Maulid Nabi, https://rumaysho.com/869-ulama-ahlus-sunnah-menyikapi-maulid-nabi.html 


Hukum Perayaan Maulid Nabi

Bismillah, Tulisan ini bertujuan untuk meluruskan makna kafir sekaligus membuka wawasan dan mengembalikan makna kafir kepada Alquran dan hadist secara adil. Sebagai penulis saya akan senang jika tulisan ini juga dibaca orang non muslim. Dengan begitu mereka lebih paham dengan Islam dan orang islam bisa menampatkan orang non muslim pada tempat yang benar. Di sisi yang lain tidak sepantasnya sesama muslim saling mengkafirkan. 


Arti secara bahasa dan Istilah 
Secara bahasa kafir artinya Ingkar. Secara istilah dalam islam kafir adalah orang yang mengingkari kebenaran yang datang atau yang disampaikandari Rosulullah  (tidak mengakui Allah sebagai satu satunya tuhan yang menciptakan, yang memelihara, memberi rizki dan satu satunya tuhan yang harus disembah dan tidak mengakui apa yang disampaikan oleh Rosulullah Muhammad adalah wahyu). Maka syarat pertama orang mau masuk islam harus bersyahadat yaitu :

أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله 

‘Asyhadu an laa ilaaha illallāh wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullāh.’

Artinya: ‘Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.’

Ayat tentang orang kafir 

Mari kita simak ayat dari alquran tentang kata kafir dari surat al kafirun.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾



Qul yaa ayyuhaa alkaafiruuna, laa a'budu maa ta'buduuna, walaa antum 'aabiduuna maa a'budu, walaa anaa 'aabidun maa 'abadtum, walaa antum 'aabiduuna maa a'budu, lakum diinukum waliya diini.


Artinya :
1). Katakanlah: Hai orang-orang kafir ( Hai orang orang yang ingkar)
2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku

Asal muasal surat ini turun karena orang yang tidak mau menerima dakwah nabi Muhammad di Mekah ingin mencapuradukan agama. Orang kafir menawari nabi muhamad kedudukan, harta ataupun wanita dengan syarat tidak usah lagi mendakwahkan Agama islam di awal awal munculnya islam di mekah, namun nabi Muhammad tidak mau. Kemduian mereka berusaha memperlunak ajakannya dengan cara mereka akan menyembah Tuhan nabi muhamad, namun di saat yang lain juga meminta nabi Muhammad ikut menyembah tuhan mereka (bergantian). Jadi inti surat ini muncul karena ajakan orang Kafir mekah yang ingin mencampuradukan agama kesyirikan dengan agama tauhid yang dibawa Rosulullah. Ayat ke enam ( Untukmu Agamamu, Untukkulah Agamaku)  sangat jelas bahwa DALAM PERKARA AGAMA (termasuk Ibadah) TIDAK BISA DICAMPURADUKAN. dalam perkara dunia (berdagang, bertetangga, bermasyarakat boleh kita bekerja sama dan saling berinteraksi, namun dalam perkara keyakinan dan ibadah, HARUS TEGAS TIDAK BOLEH DICAMPUR. Maka karena alasan inilah sebagian besar ulama pun melarang kita melakukan doa bersama atau berdoa dengan cara mirip dengan agama lain. 

Siapa Orang kafir menurut Al Quran

Jawaban dari pertanyaan diatas bisa ditemukan di beberapa ayat yaitu:

Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.( Al Bayinah :6)

Dari ayat diatas sudah sangat jelas bahwa orang kafir terdiri dari Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang musyrik. Orang musrik mudahnya adalah setiap orang yang menyembah tuhan selain Allah. Selain Agama YAHUDI DAN NASRANI tergolong orang orang musyrik termasuk orang atheis karena mereka hakekatnya menyembah SCIENCE atau diri mereka sendiri. 

Perlu catatan disini bahwa tidak semua orang Yahudi atau Nasrani kafir. Orang Yahudi dan Nasrani yang masih berpegang teguh pada Taurat dan Injil sebelum Nabi Muhammad datang tidak termasuk yang mendapat ancaman disini. Hakekatnya Agama nabi Musa dan Isa adalah agama tauhid (Monoteisme), namun karena perubahan zaman akhirnya ajaran ini berubah. Orang Islam pun meyakini bahwa Musa dan Isa adalah Hamba dan Rosul Allah

Ada mantan gubernur yang ketika disidang dalam perkara penistaan agama dan dibilang kafir oleh saksi tidak terima. Dia mengatakan dia bertuhan dan dia bukan orang kafir. Dari sini kita bisa tahu bahwa di agama mantan gubernur ini definisi kafir (mungkin) adalah orang yang tidak bertuhan (atheis). Maka perlu pelurusan disini bahwa Kafir dalam Islam adalah setiap manusia yang TIDAK menyembah Allah SAJA dalam beribadah. Maka orang tersebut kafir.

Apa dasar dari alquran tentang ini? salah satunya adalah ayat berikut :
لَّقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah ialah al-Masih putra Maryam’.” (al-Maidah: 17, 72)


لَّقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَٰثَةٖۘ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّآ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۚ وَإِن لَّمۡ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ ٧٣

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah salah satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Rabb (yang berhak disembah) selain Rabb Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (al-Maidah: 73)

Apakah Orang kafir harus dibunuh?
Ini adalah pertanyaan dan pernyataan yang sering disampaikan dan tersebar bahwa kelompok Islam yang sering bilang kafir adalah Teroris, Radikal, intoleran dan seterusnya. Padahal dalam Islam, Kafir terbagi 3 berikut ini adalah penjelasannya;

1. Kafir Dimmi
Adalah orang kafir yaitu yang tinggal di negeri Islam dan tidak menampakan kebencian atau permusuhan secara terang terangan. Bahkan orang kafir seperti ini harus dilindungi. Orang kafir di Indonesia apapun agamanya termasuk dalam kafir dimmi. Karena kita hidup dalam satu negara yang damai dan tidak ada permusuhan secara terang terangan. Kita boleh bertetangga, berdagang, bekerjasama dalam perkara dunia dan hal hal lain yang sifatnya mubah. 

2. Kafir yang ada perjanjian dengan Pemerintah Islam /Negeri Islam
Orang kafir ini termasuk para touris, duta besar, warga negara lain yang tinggal di negeri Islam. Orang orang ini tidak boleh dibunuh, mereka harus di lindungi. 

3. Kafir Harbi
Adalah kafir yang menampakan permusuhan dengan orang Islam atau memerangi orang Islam atau negeri Islam. Contoh kafir harbi adalah Tentara Yahudi di palestina dan para pasukan salib jaman perang salib jaman dulu. Hakekatnya orang Islam berperang secara defensif. Jika kita diserang dan kita terancam, masa kita diam saja? Tentunya kita mempertahankan diri. Bahkan di awal Islam saat melakukan perluasan wilayah Islam, jika suatu daerah sudah terdengar adzan, maka itu sudah dianggap negeri muslim. pembahasan rinci tentang hal ini bisa anda baca di https://muslim.or.id/4806-pembagian-kaum-kafir.html.

Untuk negeri yang di dakwahi,  diberi 3 pilihan  yaitu masuk Islam, Tetap dalam kekafiran (agama mereka) namun mereka harus membayar upeti (jizyah) dan baru pilihan ketiga yaitu diperangi. Dalam berperang pun ada aturannya diantaranya adalah Tidak boleh merusak tumbuhan, membunuh hewan, merusak bangunan atau membunuh anak anak dan perempuan dan TIDAK BOLEH MEMBUNUH TOKOH AGAMA/RAHIB/PENDETA yang sedang ada ditempat ibadhanya. 

Kelompok teroris sering menganggap 3 orang kafir ini sama saja yang akhirnya membuat mereka menjadi ektrim. Kelompok teroris di islam ini sering disebut dengan khawarij

Apakah Indonesia Negeri Kafir?

Jawabannya jelas bukan, karena dakwah Islam bebas disebarluaskan di Indonesia, semua bentuk dakwah dari Adzan, Sholat dan berpakaian muslim bebas bahkan perkara ibadah Haji dan Umrah di urus oleh Negara dibawah kementerian Agama. Seperti pada penjelasan  kafir harbi diatas bahwa Sebuah negeri disebut negeri Islam jika terdengar suara adzan. Memang benar bahwa Pemerintah Indonesia belum 100% menerapkan hukum Islam, namun itu bukan berarti Indonesia negeri kafir. Lihat ayat berikut :

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taati Rasul-Nya dan Ulil Amri diantara kamu,(An-Nisa: 59).


Perhatikan ayat diatas. Kita wajib menaati Allah dan Rosul dan ulil Amri. Ayat diatas tidak berbunyi 

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taati Rasul-Nya dan  TAATILAH Ulil Amri diantara kamu.

Ulama menjelaskan bahwa kita hanya taat pada pemerintah selama perintah pemerintah tidak bertentangan dengan perintah Allah dan rosulnya. Alhamdulillah, Seperti yang kita tahu sebagian besar hukum positif di Indonesia seusai dengan Islam, jika ada perintah yang tidak sesuai Islam tidak perlu kita taati. 

Panggilan "Hai Kafir!" ke orang Islam.

Hanya karena ada kelompok Islam yang berbeda dengan kita terus kita sebut kafir. Tidak semudah itu, baca hadist berikut :

((أَيما رجُل قال لِأَخِيْهِ : يَا كَافِرُ, فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا , فَإِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَ إِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ))

“Apabila seseorang menyeru(memanggil)  kepada saudaranya: Wahai kafir, maka sungguh akan kembali sebutan kekafiran tersebut kepada salah seorang dari keduanya. Bila orang yang disebut kafir itu memang kafir adanya maka sebutan itu pantas untuknya, bila tidak maka sebutan kafir itu kembali kepada yang mengucapkan.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6104 dan Muslim no.60)

Maka dari sini jelas ucapan kafir tidak boleh dipakai untuk memanggil saudara seiman. Apalagi menyebut Pemimpin Negeri ini kafir padahal jelas jelas agamanya Islam dan  masih sholat. Jika memang orang tersebut melakukan perbuatan kekafiran sudah sepantasnya kita menasehati dengan kalimat seperti ini:"

"Hati hati dengan ucapan/ perbuatanmu itu, karena hal itu bisa membuat orang terjatuh pada kekafiran".

Perhatikan kalimat tersebut. Kita mengingatkan orang tersebut agar tidak jatuh pada kekafiran, bukan langsung vonis kafir. ini bagian dari Amar ma'ruf nahi mungkar. 

Demikianlah penjelasan tentang "KAFIR". Kafir hakekatnya adalah kata pembeda mana orang yang mau menerima dakwah Islam dan mana yang tidak. Hanya karena seseorang kafir juga tidak boleh terus di benci atau dijauhi yang perlu justru di dakwahi, apalagi kalau orang kafir itu tetangga kita. dan saya yakin setiap agama punya istilah yang sama dengan KAFIR, misal dalam agama Nasrani sering disebut "DOMBA DOMBA yang tersesat" tapi itu kan istilah bagi mereka. orang Islam juga tidak perlu tersinggung atau marah karena hal tersebut.

Demikianlah penjelasan kafir dan orang kafir, semoga penjelasan diatas memberi pemahaman yang benar, wawasan baru dan pemahaman yang lebih luas sehingga kita tetap bisa bertoleransi dan hidup rukun dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wallauhalam, kebenaran itu datangnya dari Allah dan kesalahan datang dari saya sendiri. Semoga bermanfaat!

Arti Kata Kafir



Berikut ini adalah 4 Hal yang menyesatkan manusia menurut alquran dan hadist.

1. Bodoh Dalam Perkara Agama / Tidak mau belajar 

Banyak orang sekarang begitu ter-obsesi dengan dunia, belajar mati matian sampai mendapatkan gelar sarjana, bahkan S2 dan S3 namun ilmu agamanya tidak diperhatikan, membaca alquran terbata-bata bahkan banyak dari kaum muslimin tidak bisa membaca alquran dan tidak sedikit yang tidak mengerjakan sholat, entah karena malas, tidak tahu atau memang tidak diajarkan oleh orang tuanya.


وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36).

Solusi dari kebodohan adalah belajar. Obat Bodoh adalah belajar dan obat tidak tahu adalah bertanya. 
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)

Dalam hadist diatas, ilmu yang wajib adalah ilmu agama, minimal perkara dasar dan  ibadah yang tiap hari di lakukan setiap muslim seperti tauhid, cara sholat,zakat, puasa dan ilmu berumah tangga (bagi yang mau/sudah menikah).

Dan tentunya dalam belajar agama, harus dari Ustad yang berilmu,yang ilmunya diambil dari Alquran dan hadist. Jangan belajar agama hanya dari Youtube, Internet atau membaca buku, jadikan internet dan buku sebagai media, jika anda bingung dan tidak paham dengan isi sebuah materi tanyakan pada guru anda. Biar tidak tersesat.

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Bertanyalah kepada ahli dzikir jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl [16]: 43)


2.Mengikuti Nenek Moyang /Tradisi/ Budaya 

Pada dasarnya islam datang tidak untuk mengganti budaya lokal dengan budaya arab, namun islam datang meluruskan tradisi yang menyimpang dari agama islam. Tradisi dan budaya yang baik tetap bisa dipertahankan. Sebagai contoh tradisi yang baik adalah berbahasa lembut dan halus  dengan orang tua ( misal di budaya jawa), setiap masakan adat, rumah adat (yang halal), baju dan kebiasan di suatu daerah tidak mengapa tetap di jalankan, namun jika ada ada yang menyimpang, tentunya harus ditinggalkan. Misal meyakini kalau Sedekah laut bisa mendatangkan Rizki atau meyakini Nyi Roro Kidul penguasa laut. Jelas ini adat yang menyimpang dari islam, dan hal seperti ini pasti ada di setiap daerah, kepercayaan mitos, kurafat dan kesyirikan harus ditinggalkan.

Dalil dari hal ini sangat banyak bahwa manusia menjadi sesat karena cuma ikut nenek moyang

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ - 2:170

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.” Mereka menjawab, “(Tidak!) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya).” Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk. Albaqarah :170)

Begitu juga dalam ayaat yang lain 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِ - 31:21

Dan apabila dikatakan kepada mereka, ”Ikutilah apa yang diturunkan Allah!” Mereka menjawab, ”(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami.” Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (neraka)? (Luqman ayat 31)

Dalam ayat yang lain disebutkan bahwa penentang utama dengan dalil mengikuti nenek moyang ini biasanya tokoh adat atau orang yang ditokohkan di negara/negeri/ daerah tersebut. 

Bahkan mereka berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka.”
Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka.” QS Azzuhruf 22-23

3. Mengikuti Orang banyak /Trend



وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ - 6:116


Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan. Qs  Al an'am :116


وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ - 5:81

Dan sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai teman setia. Tetapi banyak di antara mereka orang-orang yang fasik. QS Almaidah 81. 

4. Mengikuti Hawa Nafsu

فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ - 28:50

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), maka ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti keinginan( hawa nafsu) mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya (hawa nafsu)  tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun? Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim. (Al Qasas: 50)

Maka jika kita sudah tahu 4 Hal yang menyesatkan Manusia, maka solusinya adalah mengikuti Al Quran dan Sunnah sesuai dengan yang dipahami 3 generasi pertama umat ini. Sesuai dengan dalil :

“…Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “KAMI DENGAR DAN KAMI TAAT.” (Q.S: al-Baqarah: 285)

Dan Hadist : 

“Dari sahabat Abdullah bin Amer rqdhiallahu’ anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Umatku akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, seluruhnya akan masuk neraka, kecuali satu golongan. Para sahabat bertanya: Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: yang berpegang teguh dengan ajaran yang aku dan para sahabatku jalankan sekarang ini.” (Riwayat At Tirmizy dan Al Hakim)

Semoga dengan mengetahui 4 hal yang menyesatkan manusia , kita bisa terhindar darinya dan bisa menjadi muslim yang berpegang teguh dengan jalan Rosulullah dan para sahabat dan kita dijadikan kelompok yang selamat dari neraka. Amin!




Empat Hal yang menyesatkan Manusia

Hukum Bertanya Ke Tukang Ramal dan Dukun


Ingin Belajar bahasa arab dengan guru untuk pemula? Coba anda ikuti panduan video berikut ini. Panduan Video ini merupakan panduan belajar bahasa arab dari Chanel Robbani TV yang diasuh oleh Ustad Jaelani. Kitab yang dipakai adalah kitab Durusul Lughah Al Arobiyah li Ghairi natiqina biha Karya Syaikh Doktor Abdurrahim dari Universitas Madinah. Kitab ini didesain untuk pemula bagi Orang non Arab (Bagi siapa saja yang bahasa arab bukan merupakan bahasa pertamanya).  



Saat ini kajian kitab bahasa arab untuk pemula ini sudah ada 86 Video. Kitab yang dibahas adalah kitab Durusul Lughah Jilid 1 dan Jilid 2 (Jilid 2 terus bertambah videonya).


Bagi yang ingin mendapatkan bukunya silahkan download ebooknya disini


Kumpulan Video Belajar Bahasa Arab Untuk Pemula



Bismillah, Jika kita perhatikan, kebanyakan kaum muslimin akan patuh (minimal meyakini kebenarannya) ketika di bilang:" Babi itu haram!" dan saya belum pernah menemukan satu orangpun yang menolak hal tersebut. Sama juga dengan ketika ada ayat yang mengharamkan Zina dan Khamr. Saya belum pernah menemukan yang berani menentang larangan tersebut, bahkan orang yang biasa minum khamr pun sadar dan tahu kalau itu haram, hanya saja mereka menuruti hawa nafsunya.

Sayangnya, ketika ada larangan memilih pemimpin kafir, kenapa banyak umat islam justru menolak larangan tersebut? sebagian justru memplintir makna atau tafsirnya. Padahal bukan cuma satu ayat saja yang melarang, Bukan cuma Almaidah ayat 51.

Disini saya akan menuliskan semua ayat yang berisi larangan memilih pemimpin kafir agar kaum muslimin memahaminya dan semoga di beri hidayah untuk menerima islam secara kaffah, karena memang islam itu mengatur segala hal termasuk memilih pemimpin (politik). Beda dengan agama lain yang cuma mengatur hubungan pribadi hamba dengan tuhannya, Islam adalah jalan hidup, bukan sebatas ritual semata.  Silahkan di cerna dan di baca dengan hati,  Ingat,bahwa ketika kita belajar agama islam ini, kita mencari KEBENARAN, bukan mencari pembenaran. Semoga Allah membimbing kita kejalan yang benar!

QS Almaidah :51

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Coba pahami maknanya, apakah anda mau di dunia mengaku Islam, namun di akhirat nanti anda di golongkan bersama orang orang kafir?


QS Annisa: 144


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُّبِينًا


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?

QS Ali Imran : 118 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.


QS Almaidah : 57

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.

QS At taubah : 23


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.


Semoga kita termasuk orang orang yang diberi pentnjuk Oleh Allah dan bisa istiqamah di jalan Islam dan mampu menjadikan islam sebagai jalan hidup dan menjadi pedoman dalam segala Aspek Kehidupan, Amin!

Larangan Memilih Pemimpin Kafir di Al Quran

Di Abad 21 ini, Berita yang kita konsumsi tiap hari sudah berlipat lipat dibanding satu abad yang lalu apalagi jika dibanding 14 Abad yang lalu. Informasi yang banyak dan berita baru yang muncul tiap detik belum tentu benar, maka Wajib bagi kita sebagai kaum muslimin selalu berlandaskan Alquran dan Assunnah dalam segala hal, termasuk dalam hal menulis, menyebar dan membaca berita, Apalagi jika berita datang dari Media Kafir, tentunya kita lebih berhati hati lagi.



Perhatikan ayat ini :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ


“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].

Ayat yang turun 14 Abad yang lalu ini sangat relevan dengan abad Informasi sekarang ini. Kita di Wajibkan memeriksa dengan teliti jika ada berita apalagi berita seputar Politik dan SARA. Untuk memudahkan, saya bagi nasehat ini menjadi 3 yaitu nasehat bagi penulis berita, nasehat bagi penyebar berita dan nasehat bagi Pembaca Berita. 

Nasehat Bagi Penulis Berita/Wartawan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Maa’idah: 8)

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ


Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga (al-Bukhâri no. 6094)



Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.” (HR. At-Tirmidzi)
  1. Jujur dalam menulis Berita (bukan berita pesanan).
  2. Hendaklah Mengcrosscek Setiap berita yang akan ditulis tentang kebenarannya. 
  3. Hendaknya Tidak Mencari cari kesalahan sumber berita (terutama masalah ghibah artis)
  4. Hendaknya melihat sisi baik dan buruk dan dampak jika tulisan itu di publikasikan
  5. Hendaknya berpegang teguh kepada kebenaran
  6. Adil Dalam Menulis Berita. 

Nasehat Bagi Penyebar Berita

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ


‘Cukuplah seseorang disebut pendusta bila ia menyampaikan seluruh apa yang ia dengar.’
  1. Selalu Baca berita secara utuh sebelum menyebar berita, terutama di media sosial.
  2. Gunakan Dalil Alquran, sunah , Akal dan Logika sebelum menyebar berita yang meragukan apalagi bertentangan dengan Dalil ataupun logika. Terutama berita berita yang sumbernya tidak jelas ataupun berita mistis.
  3. Perhatikan siapa penulis berita, apakah track recordnya terkenal jujur atau memang terkenal suka memplintir berita. 
  4. Carilah sumber lain sebagai pembanding apakah beritanya benar. 
  5. Sebelum di share, perhatikan apakah ada manfaatnya bagi teman kita atau pembaca lain? Jika berita Ghibah Artis, sudah jelas TIDAK PERLU DI SHARE. 

Nasehat Bagi Pembaca Berita

Hal paling penting bagi pembaca berita adalah mengecek kebenaran berita tersebut. Jangan asal percaya apalagi berkomentar dengan bahasa kasar, menuduh, ataupun ikut nimbrung berbantah bantahan di internet. Cukuplah Nasehat dibawah ini menjadi acuan kita sebelum berkomentar. 

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا


“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36).

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ


“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka katakanlah perkataan yang baik atau jika tidak maka diamlah.”(Muttafaqun ‘alaihi).

Berikut ini adalah Cara mengecek kebenaran suatu berita:
  1. Tanyakan langsung kesumbernya, khususnya berita seputar orang yang kita kenal (Tabayyun).
  2. Lihat wawanca, rekaman atau videonya. 
  3. Lihat dan bandingkan beritanya di media lain atau baca referensinya (Jika berita terjemahan)
  4. Baca kesesuaian Judul Berita dengan Isinya.
  5. Tanya teman yang ada dilokasi kejadian (jika memungkinkan)
  6. Cek dan crosscek si pembawa berita.
  7. Jika berita berupa fakta sejarah, baca referensi dan sudut pandang penulisnya.
  8. Lihat Bukti, Data dan Faktanya. 

Referensi :

  1. Berkata Benar dan Jangan Dustahttps://almanhaj.or.id/4089-berkata-benar-jujur-dan-jangan-dusta-bohong.html. diakses tanggal 02 Agustus 2016.
  2. Berita dan Bahayanya , https://almanhaj.or.id/2634-berita-dan-bahayanya.html, diakses tanggal 02 Agustus 2016.
  3. Cara Mengecek Kebenaran suatu beritahttp://jejakcandra.blogspot.co.id/2014/03/cara-mengecek-kebenaran-berita.html, diakses tanggal 02 Agustus 2016.
  4. Manisnya buah menjaga Lisanhttps://muslimah.or.id/4590-manisnya-buah-menjaga-lisan.html, diakses tanggal 02 Agustus 2016

Nasehat Islam Dalam Menyebar Berita

Kajian tentang Islam , Iman dan Ihsan